Cara Membuat SPT Pembetulan

SPT Pembetulan adalah SPT yang disampaikan kembali yang berisi perubahan data, entah apakah itu jumlah pajak yang disetor atau data lainnya yang berbeda dengan SPT sebelumnya. SPT Pembetulan disampaikan dengan dilampiri SPT sebelumnya, jika pembetulan pertama maka dilampiri dengan SPT Normal. Di e-SPT PPN 1111 pembetulan bisa dilakukan dengan mudah, salah satu yang penting adalah identifikasi perubahan tersebut apakah memang benar ke masa PPN yang seharusnya atau tidak.

Tutorial kali ini masih menyambung dari 2 tutorial sebelumnya yaitu
Cara Mengisi Pajak Masukan
Cara Mengisi Pajak Keluaran

Dan transaksi yang dilakukan pembetulan kali ini juga masih berkaitan dengan 2 artikel sebelumnya, jadi silahkan simak juga di tutorial sebelumnya.

 

  • 7 September 2013 diketahui ada kesalahan pada faktur nomor 010.900-13.22200001 (penjualan kepada Koh Guan), seharusnya harga yang tercantum adalah Rp 40.000.000 PT Anti Amsyong (red: kita) menerbitkan/membuat Faktur Pajak Pengganti nomor 011.900-13.22200001 tanggal 7 September 2013
  • 8 September 2013 menerima faktur pengganti dari PT Tekindo Jaya 011.900-13.00000043 tanggal terbit 5 September 2013, senilai Rp 52.000.000

Buka “Buat SPT Pembetulan”

wpid768-media_1380153405760.png

Sebelumnya Klik Setting > Setting SPT PPN 1111 dan lanjut sesuai intruksi di gambar

  1. Pilih Masa Pajak yang akan dibetulkan
  2. Klik Buka
  3. Pilih Buat SPT Pembetulan (N+1)
  4. Klik Buka

isian Transaksi 7 September 2013

wpid769-media_1380154501793.png

Karena transaksi yang berkaitan Koh Guan adalah penjualan, maka selanjutnya buka Input Data > Pajak keluaran

  1. Sesuaikan Masa Pajak
  2. Isi “1″ di kotak Pembetulan Ke
  3. Klik Tampilkan
  4. Klik Baru ( Ingat bukan Ubah karena Ubah untuk mengedit data faktur pajak, bukan menginput data pajak pengganti)
  5. Pilih Faktur Pajak Pengganti
  6. Dokumen yang Diganti
  7. Pilih Lawan Transaksi (Koh Guan)
  8. Isi Nomor Dokumen (FP Pengganti)
  9. Pilih Tanggal Dokumen
  10. isi DPP dengan nilai pengganti
  11. Simpan
  12. Keluar
  13. Jangan lupa klik Posting
  14. Keluar

Isian Transaksi 8 September 2013

wpid770-media_1380155269866.png

Kali ini karena pembetulannya terkait pembelian maka klik Input Data > Pajak Masukan. Selanjutnya langkah-langkahnya masih sama persis dengan sebelumnya !

  1. Sesuaikan Masa Pajak
  2. Isi “1″ di kotak Pembetulan Ke
  3. Klik Tampilkan
  4. Klik Baru ( Ingat bukan Ubah karena Ubah untuk mengedit data faktur pajak, bukan menginput data pajak pengganti)
  5. Pilih Faktur Pajak Pengganti
  6. Dokumen yang Diganti
  7. Pilih Lawan Transaksi (PT. Tekindo jaya)
  8. Isi Nomor Dokumen (FP yang Diganti)
  9. Pilih Tanggal Dokumen
  10. isi DPP dengan nilai yang diganti
  11. Simpan
  12. Keluar
  13. Jangan lupa klik Posting
  14. Keluar

Isi SSP Jika Kurang Bayar

wpid771-media_1380155829233.png

Adakalanya setelah dilakukan input data pembetulan, nanti SPT Induk PPN bisa timbul PPN KB atau PPN LB. Untuk LB nanti bisa memilih (mencontreng) apakah dikompesasikan ke masa pajak berikutnya atau dikompesasikan ke masa pajak tertentu atau direstitusi (cuma restitusin PPN harus menunggu genap dulu 1 tahun PPN-nya). Berikut cara isi untuk PPN KB. Masih sama langkahnya dengan input PPN kurang bayar di postingan sebelumnya

  1. Ternyata ada kurang bayar PPN sebesar 2.300.000. Lunasi terlebih dahulu
  2. Klik kotak untuk menginput data SSP
  3. Pilih Kode Jenis Setoran
  4. Isi NTPN
  5. Isi Jumlah Pembayaran
  6. isi Tanggal Setoran/Validasi
  7. Simpan
  8. Keluar beralih ke tab Bagian VI agar menu Simpan dan Cetak aktif
  9. Simpan
  10. Keluar

Cetak dan Buat CSV

wpid772-media_1380157603222.png

Untuk Cetak ke dalam bentuk kertas (hardcopy) mudah, jadi tidak perlu saya bahas. Untuk buat CSV ada sedikit penjelasan.
Klik SPT > Buat CSV, selanjutnya perhatikan gambar diatas

  1. Sesuaikan Masa Pajak
  2. Isi “1″ di kotak Pembetulan Ke
  3. Klik Simpan
  4. Notifikasi “Jumlah KB Rp.2.300.000 Jumlah Bayar SSP Rp.3.800.000″, kenapa tidak sama nilainya? karena jumlah SSP adalah kurang bayar di SPT normal + kurang bayar di SPT Pembetulan 1 (3.800.000=1.500.000+2.300.000)
  5. Simpan

Arahkan ke folder mana Anda mau simpan

Tampilan di SPT Induk PPN

media_1380158166913.png
Iklan

Cara Input Pajak Keluaran dalam eSPT

Postingan ini masih satu rangkaian dari postingan sebelumnya tentang cara mengisi faktur pajak masukan. Sekarang cara mengisi faktur pajak keluaran di e-SPT PPN 1111. Salah satu yang harus sudah dipunyai PKP sebelum mengisi pajak keluaran adalah nomor faktur elektronik. Karena faktur pajak yang diterbitkan harus sudah menggunakan nomor faktur yang dijatah dari DJP.

Contoh transaksinya sebagai berikut di bulan agustus 2013:

    • 8 Agustus 2013 menjual 2 unit printer kepada Koh Guan (NPWP 06.418.161.3-953.000) sebesar Rp 30.000.000 dengan nomor faktur 010.900-13.22200001
    • 15 Agustus 2013 Koh Guan mengembalikan 1 unit printer senilai Rp 15.000.000 dengan nomor nota retur SNR-00012
    • Selama bulan Agustus melakukan penjualan eceran produk lain (Faktur Pajak Digunggung) senilai Rp 40.000.000

Posting Data faktur Pajak Keluaran

media_1380008345263.png

 

Urutan langkah posting

  1. Cek dahulu jumlahnya mungkin ada salah ketik angka
  2. Klik Posting
  3. Sesuaikan dengan masa SPT
  4. Pajak Masukan ada 2 karena dari postingan sebelumnya saya input dua pembelian, PK ada 2 yang menggunakan faktur

Buka Menu Pajak Masukan

Caranya mirip dengan di artikel sebelumnya. Jika dulu untuk membuka menu pajak masukan, sekarang lewat Input Data > Pajak Keluaran. Kemudian sesuaikan bulan dan klik Tampilkan dan klik tombol Baru untuk mulai mengisi pajak keluaran

Isian untuk Transaksi 8 Agustus 2013

media_1380005135427.png

Penjelasan urutan langkah

  1. Cukup Jelas
  2. Cukup Jelas (karena PPN-nya kita setor sendiri)
  3. Cukup Jelas
  4. Tinggal input nomor NPWP
  5. Pastikan nomor faktur pajak keluar sesuai dengan yang diinput di Referensi > Jatah Faktur Pajak, jika tidak sama pasti muncuk notifikasi error
  6. Pilih tanggal penerbitan faktur
  7. Isi harga penjualannya
  8. Simpan

Isian Untuk Transaksi Tanggal 15 Agustus 2013

media_1380006478865.png

Penjelasan urutan langkah

  1. Cukup Jelas
  2. Cukup Jelas
  3. Karena pengembalian maka pilih Nota Retur/ Nota Pembatalan
  4. Dokumen yang diretur atas faktur
  5. Pilih WP-nya
  6. Isi dengan nomor nota retur
  7. Isi dengan faktur pajak yang dretur
  8. Tanggal nota retur
  9. Jumlah yang diretur
  10. Simpan

Persiapan Menginput Penjualan Tanpa Faktur Pajak (FP Digunggung)

media_1380076743890.png

klik Setting > Setting SPT PPN 1111 dan akan muncul box seperti diatas, kemudian pilih masa agustus dan ikuti klik seperti yang ditunjukkan angka

Buka Lampiran AB Untuk Mengisi Transaksi Digunggung

media_1380076910908.png

Klik SPT > Lampiran SPT 1111 > Lampiran AB

Masukkan Nilai Digungung Pada Lampiran AB

media_1380077103475.png

Urutan Langkah:

  1. Masukkan nilai DPP transaksi eceran/yang digunggung pada B.2 di kolom DPP (Rupiah) dan tekan Enter sekali
  2. Jika tidak ada transaksi lain bisa langsung klik tab Bagian III agar fungsi tombol Simapan aktif
  3. Klik Simpan
  4. Klik Cetak (jika ingin)
  5. Klik Keluar untuk menyudahi

Input PPN Kurang Bayar di Bagian II Induk SPT PPN

media_1380077476388.png

Untuk membuka Induk SPT PPN 1111

  1. Klik SPT
  2. Klik Induk SPT 1111
  3. Klik Bagian II
  4. Lihat apakah PPn tersebut kurang bayar/nihil atau LB
  5. Isi di G. PPN yang kurang bayar dilunasi tanggal, klik di Kotak kecil

Cara Isi SSP Kurang Bayar

media_1380079468564.png

Sebelum isi ini pastikan PPN kurang bayar telah disetor terlebih dahulu dan mintalah nomor NTPN di lembar Bukti Penerimaan Negara yang diberikan Kantor Pos atau Bank Persepsi.
Pada Menu Input SSP Yang Telah Dibayar

  1. Pilih Kode Akun Pajak yang sesuai (100 untuk PPN yang dipungut sendiri)
  2. Input NTPN dari BPN (Bukti Penerimaan Negara)
  3. Masukkan pajak kurang bayar
  4. isi sesuai tanggal validasi di SSP
  5. Simpan
  6. Keluar
  7. Klik Tab Bagian VI, di bagian bawah ada kotak kosong untuk mengisi Kota tempat dibuatnya SPT dan tanggal SPT akan dilaporkan di kantor pajak
  8. Simpan dan
  9. Cetak

Cetak Induk SPT PPN dan Buat CSV PPN

media_1380080048883.png

Cetak Induk SPT tidak ada masalah berarti tinggal; klik ikon print
Untuk membuat CSV, masih sama dengan pembuatan CSV PPN Nihil seperti yang pernah saya bahas disini.

  1. Klik SPT > Buat CSV
  2. Sesuaikan dengan masa PPN
  3. Klik SImpan
  4. Pilih Yes (disitu terlihat nilai SSP dengan PPN apakah sudah benar atau masih selisih)
  5. Pilih direktori tempat meyimpan file CSV (saya lebih suka 1 folder 1 satu masa PPN, biar rapi)

Cara Input Pajak Masukan dlm eSPT

Pada prinsipnya pajak masukan muncul ketika ada barang masuk ke gudang pembeli, umumnya karena pembelian dan beberapa jenis transaksi lainnya. Dan pada e-SPT PPN 1111 versi 1.5 untuk penginputan pajak masukan tidak berbeda dengan versi sebelumnya. Biar cepat paham dan bisa segera praktek, akan saya berikan contoh dengan kasus pembelian pembelian barang.

Transaksinya terjadi pada bulan Agustus seperti berikut:

  • 5 Agustus 2013 membeli 5 printer seharga Rp 50.000.000 dari PT Tekindo Jaya (NPWP 02.513.145.9-953.000) dengan nomor faktur 010.900-13.00000043
  • 10 Agustus 2013 mengembalikan 1 unit printer kepada PT Tekindo Jaya seharga Rp 10.000.000 dengan nomor nota retur NR-00005

Langkah-Langkah Pengisiannya:

Buka Menu Pajak Masukan

media_1379979697058.png

 

Uraian Langkah

  1. Klik Input Data
  2. Klik Pajak Masukan
  3. Pilih Masa Pajak yang akan diinput pajak masukannya
  4. Pilih Tahun Pajak (jika perlu)
  5. Isi Urutan Pembetulan (jika perlu)
  6. Dan klik Tampilkan

Input Pajak Masukan Dari Dokumen Pembelian

media_1379980111163.png

Yang bisa diisi di menu “Input Pajak Masukan”

  1. Tombol Baru untuk menginput pajak masukan baru
  2. Pilih dengan klik tombol dropdown, ada 3 macam Jenis Transaksi
  3. Pilih Detail Transaksi
  4. Pilih Dokumen Transasksi
  5. Input Dokumen yang Diganti (jika ada)
  6. Input NPWP lawan transaksi, Ketikkan saja nomor NPWP, jika sudah pernah input atas WP yang sama tinggal klik tombol yang ditunjuk panah
  7. Input Nomor Seri Faktur Pajak Masukan Yang Diganti (jika ada)
  8. Pilih Tanggal Dokumen masuk
  9. Isikan nilai DPP dan otomatis akan terisi sendiri setelah ditekan Enter untuk nilai PPN-nya

Isian Untuk Transaksi Tanggal 5 Agustus 2012

media_1379991668462.png

Penjelasan Nomor

  1. Pilih nomor 2 karena lawan dibeli dari sesama PKP
  2. Cukup jelas
  3. Karena dokumen pembelian yang didapat adalah Faktur Pajak
  4. Input angkanya dulu jika belum pernah merekam atas WP yang sama
  5. Tanggal faktur sama dengan tanggal transaksi
  6. Simpan dan nantinya akan ada notifikasi input lagi untuk PM yg lain atau tidak, karena ada ransaksi tanggal 10 maka saya pilih Ya

Isian Untuk Transaksi Tanggal 10 Agustus 2012

media_1379994606874.png

Penjelasan Nomor:

  1. Cukup Jelas
  2. Cukup Jelas
  3. Pilih nota retur karena terjadi pengembalian barang dari yang dibeli pada tanggal 05/08/2013
  4. Cukup Jelas
  5. Cukup Jelas
  6. Isikan dengan nomor Nota Retur
  7. Isi dengan nomor faktur pajak yang diretur pada tanggal 01/08/2013
  8. Tanggal penerbitan nota retur
  9. Nilai pembelian yang dikembalikan/diretur
  10. Simpan

Posting Kembali Data Pajak Masukan

media_1379994976322.png

Fungsi posting agar data pajak masukan masuk ke dalam SPT PPN

  1. Cek kembali pastikan hitungan PPN-nya sudah benar jumlahnya
  2. Klik tombol Posting
  3. Sesuaikan masa pajak (biasanya otomatis menyesuaikan)
  4. Jumlah pajak masukan yang diinput (2 transaksi)
  5. Posting

Kasus Pembetulan pajak masukan dalam eSPT

Kasus: ppn masukan perusahaan A  saya input di ppn masukan perusahaan B, tapi ini adalah ppn yg tdk dapat dikreditkan sehingga tidak merubah nilai kurang bayar yg harus di setorkan,,bagaimana prosedur membuat pembetulannya?

Penyelesaian: eSPT pilih tabs Input Data => Pilih Pajak Masukan => Pilih eSPT Masa Oktober Pembetulan tadi kemudian Tampilkan Data, Klik Pajak Masukan yang akan dibetulkan, klik tombol ubah yang ada di bawah, dari kasus diatas Maka Perusahaan A yang tadi itu dirubah menjadi perusahaan B, di kolom NPWP Lawan Trx. Tanpa merubah kolom Jenis Transaksi, Detail transaksi dan Dokumen transaksi. Jika yang dirubah hanya Nama (NPWP) pwerusahaan A jadi B. Kemudian klik simpan, klik Posting. Maka data Pajak Masukan yang tadi pembetulan sudah berubah menjadi NPWP PT. A .

Tata Cara Pembetulan SPT Masa PPN terkait Penggantian Faktur Pajak

Tata Cara Pembetulan SPT Masa PPN Terkait Dengan Penggantian Faktur Pajak

1. Sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 diatur bahwa dalam hal terdapat penggantian Faktur Pajak, maka:

  1. Faktur Pajak Pengganti tetap menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti, sedangkan tanggal Faktur Pajak Pengganti diisi dengan tanggal pada saat Faktur Pajak Pengganti dibuat.
  2. Faktur Pajak Pengganti dilaporkan dalam SPT Masa PPN pada Masa Pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkannya Faktur Pajak yang dilakukan penggantian dengan mencantumkan nilai dan/atau keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya setelah penggantian.
  3. Pelaporan Faktur Pajak Pengganti pada SPT Masa PPN harus mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti pada kolom yang telah ditentukan.
2. Tata cara penggantian Faktur Pajak dan pembetulan SPT Masa PPN sebagaimana diatur dalam butir 1 di atas berlaku juga untuk penggantian Faktur Pajak yang dilakukan setelah berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 atas Faktur Pajak yang diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012.
3. Contoh Penggantian Faktur Pajak:

Tanggal

Uraian

28 April 2013 PT Cerdik (PKP Penjual) menerbitkan Faktur Pajak kepada PT Pandai (PKP Pembeli) dengan Kode dan Nomor Seri 010.900-13.00000050, DPP sebesar Rp280.000.000,00. dan PPN sebesar Rp28.000.000,00.
31 Mei 2013 Faktur Pajak tersebut dilaporkan oleh PT Cerdik pada SPT Masa PPN Masa Pajak April 2013
11 Juli 2013 PT Cerdik menyadari telah salah membuat Faktur Pajak, harga jual sebenarnya adalah sebesar Rp230.000.000,00
15 Juli 2013 PT Cerdik menerbitkan Faktur Pajak Pengganti kepada PT Pandai dengan Kode dan Nomor Seri yang sama yaitu 011.900-13.00000050, DPP sebesar Rp230.000.000,00. dan PPN sebesar Rp23.000.000,00

Sebagai konsekuensi dari penerbitan Faktur Pajak Pengganti tersebut, maka:

 

a. PT Cerdik harus melakukan pembetulan SPT Masa PPN Masa Pajak April 2013 sebagai berikut:

1) melaporkan Faktur Pajak Pengganti (Kode dan Nomor Seri 011.900-13.00000050) pada Formulir 1111 A2 dengan cara:

– Kolom Kode dan Nomor Seri diisi 011.900-13.00000050
– Kolom Tanggal diisi 15-07-2013
– Kolom DPP (Rupiah) diisi 230.000.000
– Kolom PPN (Rupiah) diisi 23.000.000
– Kolom Kode dan No. Seri Faktur Pajak Yang Diganti/Diretur diisi 010.900-13.00000050
2) Faktur Pajak yang diganti (Kode dan Nomor Seri 010.900-13.00000050) tidak perlu dilaporkan lagi.
b. Faktur Pajak Pengganti (Kode dan Nomor Seri 011.900-13.00000050) tidak perlu dilaporkan dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Juli 2013.
Keterangan yang Harus Dilaporkan dalam Formulir 1111B3

1. Faktur Pajak yang menurut ketentuan dapat dikreditkan sebagai Pajak Masukan namun tidak dikreditkan oleh Pengusaha Kena Pajak, harus dilaporkan dalam Formulir 1111B3.
2. Dengan demikian Formulir 1111 B3 berisi daftar:

  1. Pajak Masukan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan tidak dapat dikreditkan;
  2. Pajak Masukan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dapat dikreditkan namun tidak dikreditkan oleh PKP; dan/atau
  3. Pajak Masukan yang mendapat fasilitas PPN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Cara Mengirim Fax

Cara Mengirim Fax – Mengirim dokumen melalui fax adalah cara yang dapat digunakan selain melalui alat scanner. Cara mengirim dokumen dengan fax memang tergolong cara lama tetapi masih sering digunakan oleh beberapa instansi untuk menjaga keaslian dokumen. Apalagi jika dokumen tersebut terdapat tanda tangan didalamnya.
Langkah-langkah mengirim dokumen melalui fax
1. Buatlah catatan yang berisis nomor tujuan fax dan untuk siapa dokumen dikirimkan.
2. Buatlah surat pengantar yang berisis untuk siapa dokumen dikirimkan dan identitas anda sebagai pengirim. Langkah kedua ini opsional jika anda sudah berkomunikasi kepada orang atau instansi yang anda tuju.
3. Masukkan nomor faks tujuan anda ke dalam mesin. Hati-hati dalam memasukkan nomor tujuan karena sulit untuk melacak dokumen terkirim bila Anda telah menghubungi nomor faks yang salah
4. Tekan tombol start pada mesin fax. Tombol ini biasanya berada di bawah keypad mesin fax atau di samping kanan. Ini akan memulai pengiriman dokumen. Tombol kirim biasanya lebih besar dari yang tombol yang lain dan mudah untuk dicari. Biasaya, tombol ini ditempatkan di samping atau di bawah keypad.
5. Tunggu sampai dokumen Anda melewati mesin sampai ada konfirmasi yang akan memberitahukan Anda apakah faks Anda berhasil terkirim atau tidak.
6. Jika dokumen yang anda kirim banyak, anda tinggal memasukkan dokumen lanjutan di mesin fax dan tekan start lagi.
7. Jika dokumen yang anda kirimkan sudah terkirim semuanya, lanjutkan dengan menekan tombol stop.

BIJAK DAN CERDAS

ada seseorang yang menilai, melihat, mengambil keputusan untuk menghakimi orang lain hanya dengan melihat hasil akhirnya,,,sooo ndak boleh begitu donk,,,harusnya dia lebih melihat proses…bagaimana proses nya sehingga tercipta hasil yang sekarang dia pegang,,,,sangat disayangkan kesalahpahaman akhirnya harus terjadi,,,,dia terlalu angkuh bpegang pada hasil akhir,,,siapa yang akan dirugikan…so pasti orang yang dia hakimi….semoga suatu saat dia tahu sendiri bahwa keputusan yang telah dia jatuhkan utk menghakimi seseorang itu adalah tindakan yang salah besar

PESAN: APAPUN NILAILAH,SIMPULKANLAH DARI PROSES BAGAIMANA MENDAPATKAN HASIL AKHIRNYA JANGAN SEKEDAR MENILAI DAN MENYIMPULKAN SESUATU DARI HASIL AKHIRNYA SAJA

This entry was posted on Januari 2, 2014. 1 Komentar